04 Outubro 2010

ayam kodok

Ini malam yang sempurna. Aku sudah mandi dengan sabun import, bercukur, mengoles pelembab. Ini sudah kita rencanakan sejak dua tahun lalu. Diam-diam. Kita bilang dalam hati, kalau kamu tidak bertemu siapa-siapa dan aku tidak menjadi milik siapa-siapa maka kita akan menikah di atas meja makan ini.

Selama dua tahun itu, aku tidak berusaha bertemu siapapun, apalagi menjadi milik siapapun. Aku tidak tahu apakah kamu melakukan hal serupa. Selama dua tahun itu, aku menjejali perutku dengan dagingku sendiri. Yang kukunyah rapih lalu kutelan. Untuk menjaga tubuhku dari zat asing, melapangkan hatiku untukmu saja.

Aku mengambil risiko besar tanpa punya rencana cadangan. Persetan dengan rencana, aku sedang memakan dagingku sendiri. Aku menyapu tetesan darah di atas ubin kamarku yang putih, menandai berlalunya hari di kalender dengan spidol permanen sampai tembus 5 kertas.

Tapi ternyata, malam ini datang juga. Kamu bilang, aku tampak berantakan. Sepertinya memang ada yang hilang ketika dagingku diserap ususku sendiri, ketika aku menyisakan hati hanya untukmu. Aku bilang aku sibuk. Aku bohong.

Matamu membakar semua di meja makan. Termasuk dadaku yang terlentang di atasnya. Abu beterbangan terkena nafasmu yang terburu-buru. Terkubur di situ, kamu menemukan hatiku.

Melihat mata laparmu sebelum semua gelap sudah cukup untukku.



*untuk kompetisi flash fiction blogfam dari pengumuman ini
http://forum.blogfam.com/index.php/topic,12868.0.html


BlogFam Community