Ingatkah perasaan itu, ketika ayah-ibu bilang selamat malam, memadamkan lampu dan menutup pintu kamar? Kita di balik selimut, siap terlelap.
Barusan saja ayah melakukannya.
Dan selama sepersekian detik aku kembali ke dua puluh tahun silam. Kenyamanan yang tak tergantikan. :)
28 Novembro 2009
Assinar:
Postar comentários (Atom)
2 celoteh:
wah nin, jam postingannya bagus deh O1:01!
Ooooo kaciannnn... ibunya lagi jauuuuh soalnya :)
Untung Ayah masih mau nutup jendela dan pintunya...
Masih inget aja....
Postar um comentário