Aku tahu ini mimpi, cuma mimpi.
Ini kita, ayah, ibu, dan adik duduk di satu lantai sebelum yang tertinggi, di gedung yang tinggi. Ada pesawat datang, mendekat, makin besar, memutari gedung ini sekali, lalu menghantam. BRAK! Lantai teratas porak.
Kita menarik nafas lega. Satu, dua, dan pada nafas ketiga gedung itu patah, kita semua jatuh. Ayah dan adik jauh, aku berusaha menangkap ibu, ibu kutangkap, aku ingin mencegahnya jatuh, tapi aku juga sedang jatuh, lalu aku terbangun.
Aku teringat harus mengantar baju, entah gaun atau kebaya. Mereka tidak ada di situ, tapi di suatu tempat, dimana ada pertunjukkan tari, dan aku ditunggu di sana. Disuruh hadir. Langit saat itu merah berapi.
Ada seorang lelaki di pertunjukkan tari. Lelaki perayu. Dia menyambutku di sana. Memeluk dan mencium leher. Dia melakukan hal yang sama pada semua perempuan, kata orang. Dia tampan dan pandai memasak.
Ada yang menungguku di tempat lain. Tempat yang sangat jauh. Ia akan selalu di sana. Karena hidup ini seperti lintasan bintang, bergerak menjauh untuk kembali lagi. Rapat dan pekat.
Aku terbangun lagi sebelum memutuskan apa-apa.
06 Novembro 2009
Assinar:
Postar comentários (Atom)
2 celoteh:
Chayank,
Gedung tinggi itu simbol cita2 atau aspirasi yang tinggi... koq dihantam pesawat... berarti ada yang mau ganggu pencapaiannya... tapi "terbangun" sebelum jatuh beneran... Yang lanjutannya kudhu dicari lagi nih artinya...
Tapi yang menunggu di tempat yang sangat jauh bisa berarti ada potensi nasib yang lebih bagus lagi yang belum kamu gapai sama sekali... tapi kamu terburu bangun... sehingga keputusannya ada di alam sadar sekarang...
Kira2 begichuuuuu...
cihuyyy ninin nge-blog lagiii
Postar um comentário